Rasimeng, Syamsurijal and Alimuddin, Alimuddin and Rudy, Sinambela (2021) Laporan Penelitian DIPA FT: MITIGASI BENCANA KEGEMPAAN BERDASARKAN NILAI INDEKS SEISMISITAS DAN AMPLIFIKASI GETARAN TANAH. Fakultas Teknik UNILA. (Unpublished)

[img] Text
Laporan_Penelitian Dipa FT_2021.pdf

Download (1MB)

Abstract

Salah satu kriteria yang sering terlupakan dalam perencanaan pengembangan wilayah adalah masalah getaran yang sangat berdampak pada kegagalan infrasturuktur bangunan, jalan, jembatan, jalur keretaapi dan fasilitas umum lainnya. Evaluasi indeks kerentanan seismik dan perhitungan nilai amplifikasi gempa pada lapisan tanah diharapkan dapat menjadi pertimbangan paramater dalam membuat kebijakan zonasi wilayah pengembangan kota, sehingga dapat meminimalisasi resiko yang akan timbul akibat bencana kegempaan di wilayah Bandar Lampung. Data yang digunakan dalam analisa amplifikasi tanah didapatkan dari data pengukuran geofisika berdasarkan pengukuran mikrotremor yang tersebar cukup merata di Kota Bandar Lampung. Sementara data yang digunakan sebagai analisa tingkat kerentanan seismik yaitu data yang bersumber dari pengukuran MASW dan HVSR yang sebagian juga telah dilakukan pada periode penelitian sebelumnya. Data ini akan memberi informasi kontras parameter perambatan gelombang (densitas dan kecepatan) antara batuan dasar (bedrock) dan sedimen di atasnya, serta bagaimana hubungan tingkat kegempaan diwilayah tersebut dengan kondisi geologi Kota Bandar Lampung. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan data sebaran indeks kerentanan seismik yang bervariasi mulai dari 5.92–58.7 dan variasi nilai amplifikasi mulai dari 1.643–3.822. Nilai Indeks kerentanan seismik yang cukup tinggi didapatkan pada wilayah timur dan selatan daerah pengamatan yang meliputi kecamatan sukabumi, tanjung karang timur, kedamaian, Bumi waras dan sebagian wilayah Teluk betung dengan variasi indeks kerentanan seismik diatas 21.4–58.7. Sementara nilai Amplifikasi sedang dengan variasi nilai 2.2–3.8 juga cukup berkorelasi dengan nilai indeks kerentanan seismik dibeberapa wilayah tersebut. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa wilayah analisa memiliki tingkat kerentanan seismik yang cukup tinggi dan rawan bencana gempa bumi dengan sejarah seismisitas dan faktor geologi seperti faktor ketebalan sedimen dan tipe batuan yang belum terkompaksi dengan cukup baik dapat menjadi faktor yang memperbesar efek getaran pada batuan di wilayah tersebut.

Item Type: Other
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Prodi Teknik Geofisika
Depositing User: SYAMSURIJAL RASIMENG
Date Deposited: 12 Nov 2021 07:42
Last Modified: 12 Nov 2021 07:42
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/36429

Actions (login required)

View Item View Item