Al Rasyid, Harun and winanti, diki and subeki, subeki (2019) SCALE UP PRODUKSI BERAS SIGER DARI KLON UBI KAYU WAXY KAPASITAS 100 KG PER JAM. In: Semnas Tektan Polinela 2019, 7 November 2019, Bandar Lampung. (In Press)

[img] Text
Harun alrasyid-Template_SEMNAS (15)-good.pdf

Download (545kB)

Abstract

Beras siger dibuat dari tepung ubi kayu yang mempunyai kandungan amilosa tinggi. Dalam proses pembuatannya, amilosa mengalami gelatinasi karena pemanasan menjadi lengket dan tidak bisa dicetak menjadi butiran beras. Oleh karena itu, KWT Sapporo Dusun Wonokriyo Kecamatan Gading Rejo-Pringsewu akan membuat beras siger dari klon ubi kayu waxy yang tidak mengandung amilosa menggunakan mesin beras siger screw 20 cm. Penggunaan screw pendek akan mengurangi efek panas akibat gesekan adonan pada screw sehingga tidak terjadi gelatinasi yang menimbulkan lengket. Penambahan air 30% yang mengandung emulsifier untuk melapisi granula tepung ubi kayu sehingga tidak terjadi proses gelatinasi yang menimbulkan lengket. Penggunaan mesin dengan screw pendek dan teknologi pelapisan granula pati menyebabkan ubi kayu mudah dicetak menjadi butiran beras siger dengan cepat. Beras siger mempunyai karakteristik seperti beras padi dan dapat dimasak menggunakan rice cooker atau dikukus. Tujuan dari penelitian ini adalah scale up dan kajian teknoekonomi produksi beras siger dari klon ubi kayu waxy kapasitas 100 kg per jam. Pembuatan beras siger dilakukan dengan cara mencampurkan tepung ubi kayu waxy dan 30% air yang mengandung minyak sawit, gliserol mono stearat, garam, dan vitamin C. Bahan dicampur hingga merata dengan mixer lalu dikukus hingga matang. Setelah dingin, bahan dimasukkan ke dalam mesin beras siger kapasitas 100 kg/jam yang terdiri dari komponen motor penggerak (220V/50 Hz, 2 HP), gear box, srew, lubang dyes berbentuk oval (6 x 2 mm), pisau pemotong, dan motor penggerak pisau untuk dicetak menjadi butiran beras siger berwarna putih, tekstur nasi pulen, aroma netral, disukai panelis, mengandung kadar air (10,80%), abu (0,23%), lemak (0,88%), protein (1,22%), serat (1,18%), dan karbohidrat (85,69%). Dari indikator finansial usaha beras siger ini layak dilakukan dengan nilai hasil perhitungan NPV (Net Present Value) (Rp. 1.383.392.432), IRR (Internal Rate of Return) (124,73%), PI (Profitability Index ) atau b/c rasio (4,87), dan PBP (Payback Periode) (1,78 tahun). Terlihat bahwa dengan umur proyek selama 5 tahun menunjukkan rata-rata EAT sebesar Rp. 543.787.500, rata-rata invesment Rp. 357.000.000, rata-rata invesment penilaian 152,32%, dan rata-rata invesment yang disyaratkan 31,00%. Kata kunci: beras siger, Manihot esculenta, scale up, ubikayu, waxy

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian (FP) > Prodi Teknologi Hasil Pertanian
Depositing User: HARUN AL R
Date Deposited: 18 Nov 2019 07:20
Last Modified: 18 Nov 2019 07:20
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/16686

Actions (login required)

View Item View Item