Susanto, Herry and Sembodo, Dad R. J. and Utomo, Setyo Dwi and Bayuga, Agus (2018) KAJIAN RESISTENSI DUA SPESIES GULMA DOMINAN TERPAPAR HERBISIDA DARI PERKEBUNAN NANAS LAMPUNG TENGAH TERHADAP HERBISIDA DIURON. In: Workshop dan Seminar Nasional Himpunan Ilmu Gulma Indonesia, 6-7 November 2018, Bandar Lampung. (In Press)

[img] Text
makalah bayugadkk.pdf

Download (1MB)

Abstract

Terjadinya evolusi resistensi gulma terhadap herbisida menyebabkan kita memusatkan pada cara meningkatkan keefektifan sistem yang menguntungkan dalam pengelolaan gulma dan dapat mengengendalikan gulma pada dosis rendah untuk jangka panjang. Penelitian dilakukan untuk mengetahui respon perbedaan keracunan dan dosis efektif/Efektive Dose (ED50) gulma Digitaria ciliaris dan Praxelis clematidea terpapar diuron dengan tidak terpapar serta status resistensinya. Penelitian dilakukan di Natar, Lampung Selatan dan di Laboratorium Gulma Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada bulan Februari hingga Mei 2016. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan tiga ulangan, terdiri dari dua faktor yaitu lokasi pengambilan gulma dan tingkatan dosis herbisida diuron. Persen keracunan gulma ditampilkan dalam bentuk grafik dan dianalisis probit untuk menentukan LT50. Bobot kering gulma dikonversi kedalam persen kerusakan kemudian diuji dengan analisis probit untuk menentukan nilai ED50. Nilai ED50 dua areal asal gulma dibandingkan untuk memperoleh nilai nisbah resistensi (NR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon keracunan D. ciliaris terpapar diuron lebih rendah dibanding yang tidak terpapar diuron. Nilai ED50 D. ciliaris dari area terpapar diuron 0,843 kg/ha dan yang tidak terpapar 0,401 kg/ha, sedang P. clematidea terpapar diuron yaitu 0,273 kg/ha dan tidak terpapar 0,270 kg/ha. Status resistensi gulma D. ciliaris terpapar diuron adalah tergolong resisten rendah (NR=2,10), tetapi P. clematidea masih sensitive (NR=1,01) terhadap aplikasi herbisida diuron. Kata kunci : herbisida diuron, gulma, resistensi ABSTRACT The evolution of weeds resistant to herbicides has caused concern about our ability to devise effective and profitable systems of weed management that will keep weeds at low rates for long periods. The objectives of experiment to know the deferent response efficacy, median effective dose (ED50), and resistance status of Digitaria ciliaris and Praxelis clematidea of longterm applied and unapplied diuron area. The experiment was conducted at Natar, South of Lampung and Weed Laboratory of Agriculture Faculty of The University of Lampung from February to May 2016. The experiment was arranged random block design with three replications, there were 2 factors such as weed growth area and diuron herbicide rates. The efficacy percentage of weed showed in graphic and median lethal time (LT50) was calculated to probit analysis. Dry weight biomass of weed was conversed to the percent of damage and then calculated with probit analysis to know the value of ED50. ED50 value of two areas weed compered to calculate the resistance index ratio (RR). The experiment result showed the efficacy response of D. ciliaris from the longterm applied diuron area less than unapplied area. ED50 value of D. ciliaris from diuron applied area was 0.843 kg/ha and 0.401 kg/ha from diuron unapplied, whereas P. clematidea from diuron applied area was 0,273 kg/ha and 0,270 kg/ha from diuron unapplied. The resistance status of D. ciliaris diuron applied area was classified to low resistant (RR=2.10), but P. clematidea is susceptive (RR=1.01) to diuron herbicide applied. Key word: herbicide diuron, weed, resistance

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: Fakultas Pertanian (FP) > Prodi Agronomi dan Hortikultura
Depositing User: Prof. Setyo Utomo
Date Deposited: 12 Nov 2018 01:14
Last Modified: 12 Nov 2018 01:14
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/9676

Actions (login required)

View Item View Item