Fauziah, nawa and Pujisiswanto, Hidayat and Utomo, Setyo Dwi and Sriyani, Nanik UJI RESISTENSI GULMA GOLONGAN DAUN LEBAR (Asystasia gangetica, Borreria alata, DAN Praxelis clematidea) TERHADAP HERBISIDA DIURON DI PERKEBUNAN NANAS LAMPUNG TENGAH. In: Workshop dan Seminar Nasional HIGI, 6-7 November 2018, Bandar Lampung. (In Press)

[img] Text
abstrak Nawa dkk.pdf

Download (781kB)

Abstract

Resistensi gulma terhadap herbisida merupakan suatu populasi gulma yang mampu bertahan hidup secara normal terhadap pemberian dosis herbisida yang umumnya dianjurkan untuk mengendalikan populasi gulma tersebut. Di Indonesia, laporan mengenai resistensi gulma masih sangat terbatas. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kecepatan meracuni, dosis efektif, serta mengetahui apakah telah terjadi resistensi gulma Asystasia gangetica, Borreria alata dan Praxelis clematidea terhadap herbisida diuron di perkebunan nanas Lampung Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Gulma A. gangetica dan B. alata terpapar diuron memerlukan waktu meracuni gulma 50% yang lebih lama daripada gulma tidak terpapar diuron, dengan Median Lethal Time (LT50) gulma terpapar diuron pada dosis 4800 g/ha berturut-turut yaitu 16,22 dan 7,40 hari, dan gulma tidak terpapar diuron berturut-turut yaitu 14,54 dan 5,58 hari. Gulma P. clematidea terpapar dan tidak terpapar diuron memerlukan waktu yang sama untuk meracuni gulma 50% pada dosis 4800 g/ha berturut-turut yaitu 6,22 dan 6,32 hari. (2) Gulma A. gangetica dan B. alata yang terpapar diuron memerlukan dosis yang lebih tinggi daripada gulma tidak terpapar diuron untuk mematikan populasi gulma 50%, dengan Median Efective Dose (ED50) gulma yang terpapar diuron berturut-turut yaitu 1021,8 dan 301,91g/ha, sedangkan gulma yang tidak terpapar diuron berturut-turut yaitu 853,28 dan 178,98 g/ha. Gulma P. clematidea terpapar dan tidak terpapar diuron memerlukan dosis yang sama untuk mematikan populasi gulma 50% yaitu 178,98 g/ha. (3) Gulma A. gangetica, B. alata, dan P. clematidea tidak memperlihatkan adanya resistensi (sensitif), dengan nisbah resistensi (NR) berturut-turut yaitu 1,20; 1,69; dan 1,00. Kata kunci : diuron, gulma, herbisida, resistensi.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: Fakultas Pertanian (FP) > Prodi Agronomi dan Hortikultura
Depositing User: Prof. Setyo Utomo
Date Deposited: 09 Nov 2018 03:25
Last Modified: 09 Nov 2018 03:25
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/9617

Actions (login required)

View Item View Item