Ahmad, Zaenudin (2010) Koreksi Gayaberat akibat Curah Hujan pada Pengukuran Gayaberatmikro antar-waktu Lapangan Panasbumi Kamojang 2006-2007. Berkala Fisika, 13 (2). ISSN 1410-9662

[img] Text
JURNAL BERKALA FISIKA VOL.13-2 (2010).pdf

Download (7MB)

Abstract

Perubahan muka airtanah dangkal penyebab anomali gayaberat musiman. Perubahan muka airtanah berhubungan langsung dengan curah hujan, ketika curah hujan tinggi, muka airtanah naik pesat dan kemudian menurun secara gradual. Anomali gayaberat akibat musim merupakan noise yang penting untuk diperhitungkan. Perubahan muka airtanah akibat curuh hujan dihitung menggunakan persamaan empiris, dan respon gayaberatnya dihitung menggunakan pendekatan koreksi slab Bouguer tak hingga dengan memasukan faktor porositas. Musim penghujan di Lapangan Panasbumi Kamojang terjadi antara November-Juni dan kemarau antara Juli-Oktober. Curah hujan tinggi dalam 24 jam terjadi pada 8 Desember sebesar 75 mm. Dari perhitungan persamaan empiris didapatkan bahwa perubahan muka airtanah akibat curah hujan periode November 2006-Juni 2006 sebesar -1,502 m dan Juli 2007-Juni 2006 sebesar _0,396 m. Berdasarkan pendekatan koreksi slab Bouguer tak hingga menyebabkan anomali gayaberat antar-waktu masing-masing sebesar -18,89 mikrogal dan +5,98 mikrogal untuk porositas 30%. Perubahan muka airtanah negatif (pengurangan airtanah) menyebabkan anomali gayaberat antar-waktu negatif, dan sebaliknya. koreksi anomali gayaberat antar-waktu akibat curah hujan ini tidak boleh diabaikan karena anomali gayaberat antar-waktu pada lapangan panasbumi biasanya kecil.

Item Type: Article
Subjects: Q Science > QC Physics
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Prodi Teknik Geofisika
Depositing User: AHMAD ZAENUDIN ZAENUDIN
Date Deposited: 30 Jun 2018 05:34
Last Modified: 30 Jun 2018 05:34
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/8296

Actions (login required)

View Item View Item