Murdapa, Fauzan and Haryono, Dwi and Harianto, Sugeng P. and Raharjo, Yuliarto and K, Sigit (2016) MODEL PEMBERDAYAAN DESA MANDIRI ENERGI DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT MELALUI PENGUATAN LEMBAGA KOPERASI DESA. In: Seminar Nasional Pendidikan Vokasi Indonesia 2016, 8 Maret 2016, Universitas Halu Oleo.

[img] Text
7. Model Pemberdayaan Desa Mandiri Energi.pdf

Download (8MB)

Abstract

ABSTRAK Desa Pesawaran Indah merupakan salah satu desa di Kabupaten Pesawaran yang lokasinya terpencil, berbatasan langsung dengan hutan lindung Reg.19 Wan Abdurahman. Sejak tahun 2010telah dijadikan sebagai lokasi penelitian Model Desa Mandiri Eenergi (DME). Pertimbanganya, saat itu beberapa dusun belum dialiri listrik dari PLN, kebutuhan energi memasak menggunakan minyak tanah, gas elpiji dan kayu bakar dari hutan. Sedangkan banyaksumber energy setempat yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energinya, diantaranya air terjun dan sapi. Namun persoalan keterbatasan pengetahuan dan ekonomi mengakibatkan masyarakat belum memanfaatkanya. Metode yang digunakan untuk mengatasi persoalan ini adalah (1) membangun lembaga pengelola Desa Mandiri Energi, (2) melakukan rekayasa social yang berupapenyuluhan, pelatihan, bimbingan teknis, studi banding dan pendampingan, (3) melakukan rekayasa teknologi tepat guna dengan merancang dan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), kontrol tegangan, rumah pengering, reaktor biogas, (4) menjaga kelestarian lingkungan.Hasilnya, pada saat ini telah terbentuk sebuah lembaga pengelola DME, yaitu Koperasi Sinar Banyu Mandiri, jumlah PLTMH telah berkembang menjadi 12unit, reaktor biogas berjumlah 10 unit, rumah pengering berjumlah 2 unit, jumlah pohon tertanam 15.000 batang, model kontrol tegangan dan rumah pengering sedang dalam proses patent. Dari hasil rekayasa sosial dan rekayasa teknologi yang dilakukan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pendapatan masyarakat, yaitu: (1) beralihnya penggunaan bahan bakar lampu penerang dari minyak tanah / solar ke PLTMH, mampu menghemat pengeluaran sebesar Rp80.000,00 per bulan atau Rp960.000 per tahun per rumah tangga, atau untuk seluruh pengguna PLTMH (150 KK) sebesar Rp 144.000.000 per tahun; (2) pemanfaatan biogas untuk memasak, mampu menghemat pengeluaran sebesar Rp 80.000,00 per bulan atau Rp960.000,00 per tahun per rumah tangga, atau untuk limabelas rumah tangga sebesar Rp 14.400.000,00 per tahun; (3). Kenaikan pendapatan dari penjualan pupuk organik (sisa biogas) sebesar Rp840.000,00 per tahun per unit atau Rp8.400.000,00 per tahun untuk 10 unit.(4). Pemanfaatan rumah pengering sebagai pengering hasil bumi (coklat) pada saat musim hujan, sangat membantu dalam mencegah penurunan/kerusakan hasil bumi. Kata kunci: Desa Mandiri Energi, PLTMH, Reaktor Biogas, Pupuk Organik, Rumah Pengering.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian (FP) > Prodi Agribisnis
Depositing User: Dr. Ir. Dwi Haryono
Date Deposited: 15 Jan 2018 05:10
Last Modified: 26 Jun 2018 03:30
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/6349

Actions (login required)

View Item View Item