Anggraini, Dwi Indria (2017) Erupsi Obat Alergi: Tinjauan Kasus Sindrom Hipersensitivitas Obat pada Pasien dalam Pengobatan Morbus Hansen. JK Unila JURNAL KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG, 1 (3). pp. 570-574. ISSN 2527-3612

[img] Text
JK 17- 19 Dwi Indria.pdf

Download (483kB)

Abstract

Reaksi simpang obat bervariasi, dapat terjadi hanya pada kulit atau sistemik. Sindrom hipersensitivitas obat (SHO) jarang terjadi namun merupakan salah satu reaksi simpang obat berat. Tinjauan kasus ini bertujuan mengetahui diagnosis dan tata laksana erupsi obat alergi, terutama SHO. Kasus, seorang perempuan 37 tahun timbul bercak- bercak kemerahan seluruh tubuh disertai mata kuning dan demam, buang air kecil berwarna teh gelap, mual, dan sengkelan di kedua lipat paha. Sejak enam minggu sebelumnya pasien minum obat dapson, rifampisin, klofazimin untuk pengobatan penyakit Morbus Hansen. Berdasarkan pemeriksaan fisik dan penunjang, ditegakkan diagnosis Erupsi Obat Alergi tipe Sindrom Hipersensitivitas Obat dan Morbus Hansen tipe Borderline Tuberculoid. Tatalaksana medikamentosa berupa metilprednisolon 16-16-8 mg, loratadin 1x10 mg, ranitidin 2x150 mg. Simpulan, SHO ditandai dengan erupsi kulit, demam, dan keterlibatan organ dalam. Tata laksana SHO berupa identifikasi dan menghentikan obat penyebab serta direkomendasikanpemberian kortikosteroid sistemik.

Item Type: Article
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Fakultas Kedokteran (FK) > Prodi Pendidikan Dokter
Depositing User: DWI INDRIA ANGGRAINI
Date Deposited: 16 Nov 2017 04:12
Last Modified: 16 Nov 2017 04:12
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/5243

Actions (login required)

View Item View Item