Sumarti, Sumarti (2014) Pemeliharaan Bahasa Cirebon sebagai Bahasa Ibu Komunitas Masyarakat Cirebon di Pulau Pasaran Teluk Betung Timur, Bandar Lampung. Kongres Internasional Masyarakat Linguistik Indonesia, 1 (I). pp. 518-523. ISSN 978-602-17161-1-3

[img]
Preview
Text
KIMLI.pdf

Download (7MB) | Preview

Abstract

Abstrak Pemeliharaan atau pemertahanan bahasa (language maintenance) berkaitan dengan masalah sikap atau penilaian terhadap suatu bahasa, untuk tetap menggunakan bahasa tersebut di tengah-tengah bahasa lainnya, hal ini mengacu pada pelestarian bahasa oleh masyarakat penutur asli dari generasi ke generasi. seperti halnya bahasa Cirebon yang tetap digunakan masyarakat Pulau Pasaran Bandar Lampung di Provinsi Lampung. Sebenarnya, bahasa Cirebon atau disebut oleh masyarakat setempat sebagai basa Jawa-Cerbon ialah bahasa yang dituturkan di pesisir utara Jawa Barat, mulai daerah Pedes hingga Cilamaya di Kabupaten Karawang, Blanakan, Pamanukan, Pusakanagara di Kabupaten Subang, Jatibarang di Kabupaten Indramayu sampai Cirebon dan Losari Timur di Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah. Pergeseran bahasa (language shift) dapat terjadi karena perpindahan penduduk, ekonomi, atau tingkat pendidikan. Demikian halnya dengan komunitas yang ada di sebuah pulau kecil bernama Pulau Pasaran, Kecamatan Teluk Betung Timur – sebuah kecamatan baru hasil pemekaran dari Kecamatan Teluk Betung Barat yang berpenghuni sekitar 1.163 jiwa, 257 kepala keluarga dan 202 rumah. Masyarakat Pulau pasaran berasal dari berbagai daerah di Jawa, yaitu Gebang, Indramayu, Brebes, Banten, dan Bugis. Bahasa yang digunakan di pulau ini adalah bahasa Cirebon, bahasa Indonesia, bahasa Banten, bahasa Bugis, dan bahasa Lampung. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif-deskriptif, dilakukan penelitian pemeliharaan bahasa Cirebon sebagai bahasa ibu di pulau ini. Data penelitian diperoleh dengan teknik dokumentasi, rekam dan catat, observasi partisipasi, dan teknik wawancara tidak terstruktur. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar masyarakat Pulau Pasaran (80%) adalah penutur bahasa Cirebon yang dwibahasawan telah mampu memelihara bahasa tersebut sebagai bahasa ibu sejak tahun 1960-an sampai sekarang. Dari generasi pertama sampai generasi ketiga masih tetap menggunakan bahasa Cirebon dalam kehidupan sehari-hari, baik domain keluarga, lingkungan rumah, maupun sekolah. Hal ini dipengaruhi oleh faktor demografi (wilayah yang terpisah dari pemukiman mayoritas masyarakat Lampung dan komunitas yang terkonsentrasi), jumlah penutur yang banyak, sikap bahasa yang positif (bangga dan loyal), serta status sosial ekonomi yang baik. Keempat faktor tersebut menjadikan terpeliharanya bahasa Cirebon di pulau ini yang telah menjadi identitas sosial budaya masyarakat Pulau Pasaran. Kata Kunci: Pemeliharaan atau pemertahanan Bahasa, Pergeseran Bahasa,Pulau Pasaran, Bahasa Cirebon

Item Type: Article
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) > Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah
Depositing User: SUMARTI
Date Deposited: 10 Nov 2017 14:39
Last Modified: 10 Nov 2017 14:39
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/5120

Actions (login required)

View Item View Item