Atmaja, Yohanes Narendra Darma and Siswanto, Siswanto and Erwanto, Erwanto and Hartono, Madi (2023) PROFIL HEMATOLOGI (ERITROSIT, HEMOGLOBIN, DAN PCV) PADA AYAM KAMPUNG BETINA YANG DIBERI SAMBILOTO. Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan, 7 (2). pp. 237-243. ISSN 2598-3067

[img]
Preview
Text
JRIP MEI 2023_JOHANES DKK.pdf

Download (174kB) | Preview
Official URL: http://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sambiloto terhadap eritrosit,hemoglobin,dan PCV pada ayam kampung betina.Penelitian ini dilaksanakan pada Januari—Maret 2022, bertempat di Laboratorium Lapang Terpadu,Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.Pemeriksaan sampel darah dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang, Sumatera Selatan. Penelitian eksperimental menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan.Perlakuan diberikan melalui air minum dengan P0; (kontrol), P1;3 ml/kg BB/hari, P2; 6 ml/kg BB/hari, P3;12 ml/kg BB/hari.Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sambiloto pada ayam kampung betina dapat mempertahankan jumlah sel darah merah, hemoglobin, dan PCV pada kisaran normal pada semua perlakuan.Kata kunci: Ayam Kampung Betina,Eritrosit, Hematokrit, Hemoglobin, SambilotoPENDAHULUANSemakin lama bertambahnya populasi manusia menyebabkan pertambahan jumlah penduduk.Hal ini disertai juga dengan meningkatnya kebutuhan bahan pangan.Salah satu bahan pangan yang banyak dibutuhkan adalah bahan pangan yang mengandung protein hewani.Protein hewani dapat meningkatkan fungsi otak manusia.Protein hewani dapat berasal dari unggas.Jenis unggas yang banyak dikonsumsi dan dipelahara adalah ayam kampung (Gallus gallus domesticus).Ayam kampung dapat berguna sebagai ayam penghasil telur danayam penghasil daging.Ayam kampung betinamemiliki warna lurik abu-abu pada leher punggung dan sayap, bulu dada dan bulu ekor yang memiliki warna putih.Sifat kuantitatif dapat dilihat melalui pengukuran dalam bentuk morfometrik seperti panjangshank, tibia, femur, sternum dan panjang sayap (Sadarman et. al., 2013).Produktivitas ayamkampung dapat dikatakan rendah.Ayam kampung betina lebih rentan terserang penyakit dibandingkan ayamkampung jantan.Ayam kampung jantan lebih tahan terhadap pengaruh lingkungan.Selain itu, jumlah eritrosit pada ayam kampung betina lebih rendah dibandingkan ayamkampungjantan sehingga ayam kampung jantan lebih tahan penyakit dibandingkan ayam kampung betina.Clark et al. (2009) menyatakan bahwa hormonestrogen pada ayam kampung betina menyebabkan penurunan jumlah eritrosit dan hematokrit, sedangkan hormon androgen dan tiroksin mempunyai eritropoitik.Eritrosit dapat rusak akibat paparan radikal bebas.Jika terjadi kerusakan pada eritrosit maka akan mengganggu kesehatan tubuh mengingat fungsi eritrosit adalah membantu transportasi nutrien dari saluran pencernaan ke jaringan, transport oksigendan pengeluaran karbondioksida,transport hormon dan

Item Type: Article
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Pertanian (FP) > Prodi Peternakan
Depositing User: MADI HARTONO
Date Deposited: 30 Mar 2023 04:43
Last Modified: 30 Mar 2023 04:43
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/49396

Actions (login required)

View Item View Item