Setiawan, Kukuh (2017) PEMULIAAN KELAPA SAWIT UNTUK PRODUKSI BENIH UNGGUL TANAMAN PENDEK, KOMPAK, DAN MINYAK TAK JENUH TINGGI. Plantaxia, Lampung. (In Press)

[img] Other (a book about breeding oilpalm)
APROVAL-PEMULIAAN KELAPA SAWIT.PDF

Download (4MB)

Abstract

Hingga saat ini rata-rata produksi tandan buah segar tanaman sawit masih sekitar 12 ton/ha dengan kandungan minyak 3,5 ton CPO/ha/thn. Untuk menjadi penghasil minyak sawit tertinggi maka tanaman sawit yang ditanam harus mampu produksi minyak rata-rata 10 ton CPO/ha/thn. Salah satu metode yang akurat dan teruji untuk meningkatkan produksi minyak CPO adalah Pemuliaan Tanaman dengan teknik modifikasi Reciprocal Recurrent Selection (RRS). Buku ini ditulis untuk digunakan sebagai salah satu acuan metode pemuliaan tanaman kelapa sawit dengan Beberapa cara Pemuliaan Tanaman adalah persilangan induk dura (D) x pisifera (P) yang terpilih, interspesifik hibrida, meminimumkan gejala penyakit fisiologi Crown Disease (CD), ketahanan putatif terhadap serangan jamur ganoderma, klon tanaman kelapa sawit yang pendek, kompak, dan minyak tak jenuh tinggi. Seleksi induk D dan P sebaiknya berdasarkan hasil uji projeni yang menampakkan produksi terbaik sehingga induk berasal dari evaluasi projeni dengan kandungan minyak tinggi di antara famili dengan kandungan minyak tertinggi. Seleksi kedua induk juga berdasarkan analisis perhitungan nilai penduga seperti Daya Gabung Umum (General Combining Ability, GCA) dan Daya Gabung Khusus (Specific Combining Ability, SCA). Kebutuhan minyak tak jenuh ke depan akan meningkat sehingga diperlukan persilangan interspesifik antara Elaeis oleifera (O) x Elaeis guineensis (G) untuk menghasilkan hibrida OG dengan kandungan minyak yang mempunyai nilai iodine value (IV) > 70. Penyakit fisiologi tanaman sawit yang terkenal adalah Crown Disease yang bisa mengalami penyembuhan jika kondisi hara tanaman seimbang. Penyakit fisilogi ini bisa mengalami recovery dalam waktu sekitar 1-4 tahun setelah 2 tahun tumbuh di lapang sehingga penyakit CD ini tidak terlalu berpengaruh pada produksi TBS maupun minyak CPO. Penyakit lain yang berpengaruh pada produksi adalah busuk pangkal batang, base stem rot (BSR) akibat serangan jamur ganoderma. Karakter lain yang perlu mendapat perhatian untuk tanaman sawit masa depan adalah tanaman pendek, kompak, dengan kandungan minyak tak jenuh tinggi. Dengan teknologi klonal kedua induk D dan P, tanaman tenera hasil tinggi, tanaman OG pendek dan minyak tak jenuh tinggi maka tanaman kelapa sawit yang pendek, kompak dan kandungan minyak tak jenuh tinggi bisa dihadirkan ditengah-tengah perkebunan kelapa sawit masa kini.

Item Type: Book
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Depositing User: Kukuh Setiawan
Date Deposited: 16 Nov 2017 02:22
Last Modified: 16 Nov 2017 02:22
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/4812

Actions (login required)

View Item View Item