Rini, Maria Viva and Januarsyah, Ari D. and Sugiatno, Sugiatno (2014) Pengaruh Lima Jenis Fungi Mikoriza Arbuskular Dan Dosis Pupuk Anorganik Pada Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre). In: Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian 2014, 24 Mei 2014, Politeknik Negeri Lampung.

[img] Text
PRosiding Semnas Pengembangan Teknologi Petanian Polinela 2014.pdf

Download (441kB)
Official URL: https://scholar.google.com/citations?user=qes2hdsA...

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi kopi yang ditanam di lahan marginal seperti tanah Podsolid Merah Kuning (Ultisol) adalah dengan menggunakan pupuk hayati berbasis fungi mikoriza arbuskular (FMA) yang diaplikasikan pada saat pembibitan. Fungi ini mampu meningkatkan kemampuan akar dalam menyerap unsur hara dan air dari tanah. Manfaat fungi ini akan terus berlanjut hingga tanaman ditanam di lapangan. Salah satu faktor yang mempengaruhi efektivitas FMA adalah jenis dan kesuburan media tanam. Oleh karena itu, penelitian ini dijalankan dengan tujuan untuk mendapatkan jenis FMA dan dosis pupuk yang paling sesuai untuk bibit kopi robusta dan untuk mencari dosis pupuk terbaik untuk masing-masing jenis FMA. Rancangan perlakuan faktorial (6 x 2) digunakan dengan faktor pertama jenis FMA yaitu tanpa FMA, Glomus sp.1, Glomus sp.2, Glomus sp.3, Entrophospora sp. dan Gigaspora sp. Faktor ke dua adalah dosis pupuk yaitu setengah dosis anjuran dan dosis anjuran. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan kelompok teracak sempurna dengan 4 kelompok. Sebelum penelitian dilaksanakan, setiap jenis FMA yang digunakan diuji daya kecambahnya dengan mengecambahkan spora dalam sumur cell cluster plates yang diisi dengan air suling yang telah disterilisasi. Plate kemudian bungkus dengan alumunium foil dan diinkubasi dalam inkubator pada suhu 31 oC selama 3 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spora dari semua jenis FMA yang digunakan sudah berkecambah satu minggu setelah inkubasi dengan daya kecambah 11—15% dan pada minggu ketiga meningkat jadi 39—54%. Dari 4 jenis FMA yang diuji, Glomus sp.3 memberikan respon terbaik dengan meningkatkan bobot basah dan bobot kering tajuk sebesar 35% dan 40% berturut-turut dan meningkatkan bobot segar dan bobot kering akar sebesar 111% dan 42% berturut-turut. Perlakuan dosis pupuk tidak mempengaruhi pertumbuhan bibit.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian (FP) > Prodi Agronomi dan Hortikultura
Depositing User: MARIA VIVA
Date Deposited: 03 Jan 2022 10:00
Last Modified: 03 Jan 2022 10:00
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/37570

Actions (login required)

View Item View Item