Irvanto, David and Rini, Maria Viva and Suharjo, Radix and Wibowo, Lestari (2020) Seleksi Fungi Mikoriza Arbuskular pada Bibit Kelapa Sawit di Tanah Haplohumods. In: Seminar Nasional Mikoriza 2020, 20 Oktober 2020, Universitas Lampung. (In Press)

[img]
Preview
Text
MVR semnas Mikoiza20.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Penanaman bibit kelapa sawit pada haplohumods memiliki faktor pembatas, yaitu kadar pasir yang tinggi dan rendahnya kandungan hara. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan kelapa sawit pada tanah tersebut, yakni dengan pengaplikasian fungi mikoriza arbuskular (FMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis FMA yang paling sesuai dari 4 genus beserta kombinasinya untuk bibit kelapa sawit pada haplohumods. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober 2018 hingga Agustus 2019, di lapangan percobaan Departemen Riset PT Bumitama Gunajaya Agro dan Laboratorium Produksi Perkebunan, Universitas Lampung. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakuan dengan 5 ulangan, sehingga terdapat 45 satuan percobaan. Perlakuan yang digunakan yaitu, kontrol (T0), Glomus sp. (T1), Gigaspora sp. (T2), Entrophospora sp. (T3), Acaulospora sp. (T4), Glomus sp. + Gigaspora sp. (T5), Glomus sp. + Entropospora sp.(T6), Gigaspora sp. + Entropospora sp.(T7), dan Glomus sp. + Gigaspora sp. + Entrophospora sp. + Acaulospora sp. (T8). FMA sesuai perlakuan diberikan dengan dosis 500 spora per bibit. Aplikasi FMA dilakukan saat bibit dipindah tanam dari pre nursery (umur 3,5 bulan) ke main nursery dengan menaburkan inokulum FMA pada lubang tanam. Di main nursery, bibit dipelihara selama 9 bulan. Data yang diperoleh diolah dengan analisa sidik ragam (uji Anova), kemudian dilanjutkan dengan pemisahan nilai tengah dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis FMA yang efektif pada haplohumods adalah Acaulospora sp. dan Glomus sp. + Gigaspora sp., ditunjukkan dengan nilai bobot kering tajuk yang berbeda nyata dibandingkan dengan kontrol dengan peningkatan bobot kering sebesar 38,0% dan 53,2% secara berturut-turut.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian (FP) > Prodi Agronomi dan Hortikultura
Depositing User: MARIA VIVA
Date Deposited: 16 Nov 2020 02:56
Last Modified: 16 Nov 2020 02:56
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/25403

Actions (login required)

View Item View Item