Kurniawan, Febry and Setiawan, Kukuh and Hadi, Muhammad Syamsoel and Agustiansyah, Agustiansyah (2020) KARAKTER AGRONOMI DAN PRODUKSI TANAMAN UBIKAYU (MANIHOT ESCULENTA CRANTZ) AKIBAT PEMUPUKAN HARA MIKRO. INOVASI PEMBANGUNAN – JURNAL KELITBANGAN, 8 (1). pp. 29-38. ISSN P-ISSN 2354-5704

[img] Text
2020 - Febry dkk - Karakter Ubikayu.pdf

Download (709kB)
Official URL: http://journalbalitbangdalampung.org

Abstract

Setiap bagian dari tanaman ubikayu (Manihot esculenta Crantz) dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk yang dapat dikonsumsi langsung atau dijadikan tepung dan dapat juga diambil patinya sebagai bahan baku industri. Sehingga input produksi dalam budidaya ubikayu harus diperhatikan, seperti contohnya penambahan pupuk yang tepat sesuai kebutuhan tanaman, tidak hanya pupuk makro, tetapi pupuk mikro juga sangat diperlukan. Walaupun dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit tetapi peranan unsur hara mikro sangatlah penting dan tidak dapat digantikan dengan unsur hara lainnya. Penambahan unsur hara mikro dapat menggunakan pupuk mikro sintetik seperti Zincmicro yang mengandung B, Fe, Mn, Cu, Zn, Mo, dan Cl. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh pemberian hara mikro terhadap pertumbuhan, sebaran, dan kadar pati ubikayu. Penelitian dilakukan di desa Sulusuban, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam Strip plot yang terdiri dari 3 perlakuan Zincmicro (0, 20, 40 kg/ha). Pengaplikasian Zincmicro dilakukan pada 4 Minggu Setelah Tanam (MST) ubikayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemberian unsur hara mikro mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan jumlah ruas ubikayu; (2) pemberian unsur hara mikro berpengaruh pada distribusi ubi yaitu bobot per ubi dengan kisaran 0-100 g terbanyak pada perlakuan 20 kg/ha, diameter ubi dengan kisaran 20,140 cm terbanyak pada perlakuan 40 kg/ha, panjang ubi dengan kisaran 10,1-20 cm terbanyak pada perlakuan 20 kg/ha; (3) pemupukan Zincmicro mampu meningkatkan kadar pati. Kadar pati tertinggi secara konsisten diperoleh ketika diaplikasikan 40 kg/ha, hal ini nampak pada umur tanaman 7, 8, dan 9 Bulan Setelah Tanam (BST).

Item Type: Article
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian (FP) > Prodi Agronomi dan Hortikultura
Depositing User: MUHAMMAD SYAMSOEL HADI
Date Deposited: 05 Jun 2020 02:06
Last Modified: 05 Jun 2020 02:06
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/21929

Actions (login required)

View Item View Item