Prtiwi, Popy and Rahayu, Putri Sri and Rizal, Ahmad and Iswandaru, Dian and Winarno, Gunardi Djoko (2020) Persepsi Masyarakat terhadap Konflik Manusia dan Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus Temminck 1847) di Taman Nasional Way Kambas. Jurnal Sylva Lestari, 8 (1). pp. 98-108. ISSN ISSN 2339-0913

[img] Text
popi 3288-9012-2-PB.pdf

Download (427kB)

Abstract

Konflik antara manusia dan gajah dapat menimbulkan kerugian bagi manusia maupun gajah, seperti kerugian materi dan kerugian jiwa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap konflik manusia dengan gajah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan panduan kuesioner terhadap tiga puluh responden yang dipilih secara acak (random sampling). Responden merupakan masyarakat Desa Tegal Yoso, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur yang merupakan salah satu desa penyangga Taman Nasional Way Kambas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% masyarakat menyatakan gajah sebagai satwa perusak tanaman dan 97% pemakan tanaman. Masyarakat juga memiliki persepsi positif dengan menganggap gajah sebagai satwa langka dan berpotensi menjadi objek wisata sebesar 100%, dan masyarakat yang menganggap gajah sebagai satwa karismatik, indah, memiliki daya ingat kuat, dan sensitif sebesar 97%. Masyarakat masih menunjukkan kesadaran terhadap konservasi gajah sumatera. Hal ini ditunjukkan dari sikap masyarakat saat melihat gajah liar yang masuk areal pertanian dengan melaporkan kepada petugas yang berwenang. Pengelola Elephant Response Unit (ERU) di Tegal Yoso dan masyarakat perlu meningkatkan penjagaan untuk menekan konflik antara gajah dan manusia di kawasan penyangga TNWK. Kata kunci: gajah, konflik, masyarakat, mitigasi, persepsi

Item Type: Article
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Fakultas Pertanian (FP) > Prodi Kehutanan
Depositing User: gunardi dj Winarno
Date Deposited: 04 May 2020 01:51
Last Modified: 04 May 2020 01:51
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/19396

Actions (login required)

View Item View Item