Indriyanto, . (1996) EVALUASI TERHADAP REGENERASI TEGAKAN HUTAN ALAM PRODUKSI AKIBAT PENERAPAN SISTEM SILVIKULTUR TPTI. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian, 4 (1). pp. 35-41. ISSN 0854-7394

[img] Text
Indriyanto (1996)_Evaluasi terhadap regenerasi tegakan hutan alam produksi.pdf

Download (2MB)

Abstract

Regenerasi tegakan hutan merupakan syarat mutlak yang harus dilakukan terhadap hutan alam produksi yang telah dieksploitasi agar terjamin kelestarian produksi maupun kelestarian fungsi bagi lingkungan hidup. Oleh karena itu sistem silvikultur yang sesuai dengan kondisi hutan memungkinkan diterapkan agar regenerasi tegakan hutan dapat berjalan efektif dan berhasil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi regenerasi tegakan hutan alam produksi yang dikelola dengan sistem silvikultur TPTI. Penelitian dilakukan di kawasan hutan produksi unit A yang dikelola oleh HPH PT Kartika Kapuas Sari, Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan metode sampling sistematik dengan intensitas 5% dan sampel disusun secara garis berpetak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur tegakan di areal bekas penebangan yang telah dilakukan penanaman dan pengayaan dinilai cukup baik dengan kerapatan jenis pohon komersial tingkat semai (seedlings) 1.150—1.250 batang/ha, tingkat pancang (saplings) 750—1.200 batang/ha, tingkat tiang (poles) 280—300 batang/ha, dan tingkat pohon dewasa (old trees) 140—160 batang/ha. Jumlah pohon inti di areal-areal bekas penebangan antara 26 batang/ha dan 30 batang/ha dan jumlah tersebut masih memenuhi syarat sistem silvikultur TPTI.

Item Type: Article
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Fakultas Pertanian (FP) > Prodi Kehutanan
Depositing User: INDRIYANTO
Date Deposited: 16 Mar 2020 02:13
Last Modified: 16 Mar 2020 02:13
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/18698

Actions (login required)

View Item View Item