Jefrianto, Simamora and Yul, Martin and Herri, Gusmedi (2016) Pengaruh Penambahan Asam Sulfat (H2SO4) pada Bentonit untuk Penurunan Nilai Tahanan Pentanahan. ELECTRICIAN – Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro, 10 (1). pp. 31-37. ISSN 1978-6042

[img] Text
Pengaruh Penambahan Asam sulft (H2SO4) pada Bentonit untuk Penurunan Nilai Tahanan Pentanahan.pdf

Download (269kB)
Official URL: https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/arti...

Abstract

Intisari — Sistem pentanahan merupakan salah satu bagian penting yang harus diperhatikan untuk menjamin keamanan dan keandalan operasi sistem tenaga listrik. Pada saat terjadi gangguan di sistem tenaga listrik, dengan adanya sistem pentanahan menyebabkan arus gangguan dapat dengan cepat dialirkan kedalam tanah dan disebarkan kesegala arah. Tahanan pentanahan yang baik sesuai dengan standar yang berlaku tidak boleh lebih dari 5 Ω. Keadaan tanah yang akan ditanam dengan sistem pentanahannya sering kali tidak sesuai dengan yang diharapkan.Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu cara yang dapat memperbaiki nilai tahanan pentanahan adalah dengan mengunakan zat adiktif berupa bentonit pada tanah pentanahan. Bentonit diuji pada jenis tanah lempung dan ladang. Bentonit yang digunakan adalah bentonit yang telah diaktivasi dengan asam sulfat (H2SO4) 0,8M, 1M, dan 1,2M. Nilai tahanan pentanahan diukur mengunakan earth resistace tester selama 14 hari berturut-turut. Hasil pengujian pada tanah lempung tanpa bentonit didapatkan rata-rata nilai tanahan penatanahannya sebesar 329,89 Ω, dengan bentonit tanpa aktivasi 122,54 Ω, Bentonit teraktivasi 0,8M sebesar 101,64 Ω, bentonit teraktivasi 1M sebesar 96,71 Ω dan bentonit teraktivasi 1,2M sebesar 85,5 Ω. Sedangkan pada tanah ladang tanpa bentonit didapatkan 124,89 Ω, dengan bentonit tanpa aktivasi 70,24 Ω, bentonit teraktivasi 0,8 M sebesar 37,96 Ω, bentonit teraktivasi 1M sebesar 28,07 Ω dan bentonit teraktivasi 1,2M sebesar 85,5 Ω. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan konsentrasi terbaik untuk aktivasi bentonit adalah 1,2 M. Kata kunci — Tahanan pentanahan, bentonit teraktivasi, asam sulfat. Abstract — Grounding system is one of the important part which must be considered to ensure the safety and reliability of electric operating system. When the disruption happened in electric power system, Grounding system can divert the uncontrolled current from disruption quickly into the ground and spread it everywhere. The resistance of good grounding which according the regulation, must not be more than 5 Ω. The condition of ground that will be planted with grounding system, sometimes does not fit the expectation. To solve this problem, we need to fix the resistance's value by adding addictive substance that is bentonit in ground. Grounding is tested on the type of clay and fields. Bentonit that is used by us, has been activated with sulfuric acid (H2SO4) 0,8M, 1M, dan 1,2M. Earthing resistance values measured using earth resistance tester for 14 days in row. The result of testing in clay without bentonit, we got the average value of grounding is 329,89 Ω, bentonit without activation, we got 122,54 Ω, 0,8M Activated Bentonit changed the resistance to 101,64 Ω, 1M Activated Bentonit changed the resistance to 96.71 Ω. Meanwhile, in the fields without bentonit, we got 124.89 Ω, Non-activated bentonit changed the resistance to 70.24 Ω, 0.8 M activated bentonit changed the resistance to 37.96 Ω, 1M activated bentonit changed the resistance to 28.07 Ω, and 1.2 M activated bentonit changed the resistance to 85.5 Ω. From the observation, we can conclude that the best concentration for activating bentonit is 1.2 M. Keywords— Grounding Resistance, Activated Bentonit, Sulfuric acid.

Item Type: Article
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Prodi Teknik Elektro
Depositing User: Herri Gusmedi
Date Deposited: 17 Feb 2020 03:43
Last Modified: 17 Feb 2020 03:43
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/17472

Actions (login required)

View Item View Item