Zuhaera, Andina and Suharno, Suharno and Mulyanto, Bagus Sapto (2019) INVERSI MIKROTREMOR UNTUK PROFILING KECEPATAN GELOMBANG GESER (Vs) DAN MIKOROZONASI KABUPATEN BANDUNG. Jurnal Geofisika Eksplorasi, 5 (2). pp. 3-14. ISSN 2356-1599

[img] Text
1. JURNAL ANDINA ZUHAERA-fix.pdf

Download (1MB)
Official URL: http://journal.eng.unila.ac.id/index.php/geo

Abstract

Abstrak - Kabupaten Bandung merupakan daerah dataran tinggi dengan kemiringan antara 0 – 8%, 8 – 15% hingga di atas 45%. Kabupaten ini terletak pada ketinggian 768 m di atas permukaan laut dengan daerah utara lebih tinggi dibandingkan daerah sebelah selatan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui sebaran gelombang Vs30 dan mengetahui dampak kerusakan akibat adanya penguatan gelombang (amplifikasi). Untuk memperkecil dampak dari gempabumi ini identifikasi yang dapat dilakukan diantaranya survei untuk memetakan karakteristik tanah dalam merespon guncangan gempabumi menggunakan metode seismik Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). Berdasarkan hasil penelitian persebaran nilai frekuensi dominan, Kabupaten Bandung teridentifikasi memiliki tanah yang keras dan batuan lunak serta memiliki clay padat dengan ketebalan puluhan meter. Nilai amplifikasi di Kabupaten Bandung memiliki nilai (0 < Ao < 6) yang dapat dikategorikan bahwa Kabupaten Bandung memiliki dampak kerusakan yang kecil terhadap gempabumi. Perbedaan antara hasil pengolahan inversi dan HVSR disebabkan asumsi bahwa pada inversi lapisan bersifat heterogen dan pada HVSR lapisan bersifat homogen. Abstract - Bandung Regency is a highland area with a slope between 0 - 8%, 8-15% to above 45%. The district is located at an altitude of 768 m above sea level with the northern region higher than the south. The purpose of this study was to determine the distribution of Vs30 waves and determine the impact of damage due to wave amplification (amplification). To minimize the impact of this earthquake identification can be done including a survey to map soil characteristics in response to earthquake shocks using the seismic Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) method. Based on the results of the study, the distribution of the dominant frequency values, Bandung Regency was identified as having hard and soft rock soil and having solid clay with a thickness of tens of meters. The amplification value in Bandung Regency has a value (0 <Ao <6) which can be categorized that Bandung Regency has a small impact on the earthquake. The difference between the results of inversion processing and HVSR is due to the assumption that the layer inversion is heterogeneous and the HVSR layer is homogeneous.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Keywords: microtremor, Vs30, dominant frequency, amplification.
Subjects: Q Science > QE Geology
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Prodi Teknik Geofisika
Depositing User: BAGUS SAPT
Date Deposited: 18 Nov 2019 09:57
Last Modified: 18 Nov 2019 09:57
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/17017

Actions (login required)

View Item View Item