subeki, subeki and winanti, diki and pigo nauli, Pigo Nauli (2019) KANDUNGAN POLIFENOL DAN KUALITAS SEDUHAN CASCARA (TEH CERI KOPI) FINE ROBUSTA SEBAGAI RINTISAN PERUSAHAAN PEMULA BERBASIS TEKNOLOGI. In: Semnas Tektan Polinela 2019, 7 November 2019, Bandar Lampung. (In Press)

[img] Text
Subeki-Template_SEMNAS (15)-good.pdf

Download (608kB)

Abstract

Provinsi Lampung adalah salah satu sentra produksi kopi yang menyokong ekspor hingga 435.288 ribu US $ pada tahun 2014. Total jumlah tersebut adalah hasil penjualan biji kopinya saja. Ada potensi yang belum banyak dimanfaatkan dari kopi Lampung yaitu ceri yang dikenal sebagai cascara. Cascara adalah kulit ceri kopi yang berubah warna dari hijau menjadi merah ketika kopi sudah masak. Di Lampung Barat, petani kopi memanfaatkan cascara sebagai pupuk organik dan pakan ternak. Sedangkan di Eropa, cascara sudah lama diolah menjadi minuman penyegar seperti teh. Teh cascara lokal mulai banyak dijual di Indonesia secara online namun belum banyak yang meneliti kadar komponen bioaktif yang terkandung di dalamnya. Produk teh cascara yang dikembangkan di Lampung salah satunya adalah Cascara Fine Robusta. Cascara Fine Robusta berasal dari kulit buah atau ceri kopi yang sudah masak sempurna ditandai dengan warna kulitnya yang merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kandungan polifenol, kafein, aktivitas antioksidan, serta kualitas seduhan teh Cascara Fine Robusta sehingga dapat dikembangkan menjadi produk unggulan Lampung. Peta jalan penelitian cascara selanjutnya akan dikembangkan ke aspek nilai tambah pengolahan teh cascara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan teh cascara dilakukan dengan proses pencucian buah cherry kopi, pengeringan, pemisahan kulit ari dengan buah kopi, pengeringan kulit buah cherry kopi, penyeleksian Teh Cascara, penggilingan Teh Cascara, dan pengepakan Teh Cascara, Teh cascara yang dibuat dengan metode pengeringan cabinet dryer dan rasio penyeduhan 3 : 100 menunjukkan total fenol 743.82 mg/L, kadar tanin 159.19 mg/L, derajat keasaman (pH) 5,61, kadar kafein 26.14 mg/L, aktivitas antioksidan 93,80%, skor warna 3.82 (kuning kemerahan), aroma 3.91 (khas kulit kopi), rasa 3.76(agak manis), dan keseluruhan 3.78 (suka). Besar nilai tambah yang dihasilkan Teh Cascara adalah Rp 20.540 per kilogram bahan baku yang digunakan. Harapannya, teh cascara khususnya dari Lampung dapat dipopulerkan di Indonesia dan menjadi salah satu komoditas ekspor dunia. Kata kunci: antioksidan, cascara, fine robusta, kafein, polifenol

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian (FP) > Prodi Teknologi Hasil Pertanian
Depositing User: SUBEKI
Date Deposited: 18 Nov 2019 04:33
Last Modified: 18 Nov 2019 04:33
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/16681

Actions (login required)

View Item View Item