Budiarty, Ida (2018) Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Melalui Peningkatan Ketrampilan Merenda (Crocheting) Pada Masyarakat Miskin di Desa Tanjung Rejo Kecamatan Pulau Panggung KabupatenTanggamus. Prosiding Pengabdian Kepada Masyarakat. pp. 64-69. ISSN 9786025343605

[img] Text (Pemberdayaan ekonomi keluarga)
12.Pemberdayaan-Ekonomi-Keluarga-Melalui-Peningkatan-Ketrampilan-Merenda-Crocheting-Pada-Masyarakat-Miskin-di-Desa-Tanjung-Rejo-Kecamatan-Pulau-Panggung-KabupatenTanggamusIda-Budiarty.pdf - Published Version

Download (472kB)
Official URL: http://feb.unila.ac.id/wp-content/uploads/2018/12/...

Abstract

Pemberdayaan menurut KBBI adalah upaya membuat sesuatu berkemampuan atau berkekuatan. Itu berarti bahwa pemberdayaan keluarga merupakan upaya untuk memandirikan keluarga, lewat perwujudan potensi kemampuan yang dimiliki keluarga. Pemberdayaan keluarga ini sebagai pemacu untuk menggerakkan kegiatan ekonomi keluarga Kegiatan ekonomi dalam pengabdian ini adalah peningkatan keahlian merenda (crocheting). Ketrampilan ini dapat dilakukan dimana saja, tanpa modal yang besar dengan menggunakan alat yang sederhana, dan mudah diperoleh di pasar. Pengembangan ketrampilan dilaksanakan dengan menggunakan beberapa metode pembelajaran seperti 1)metode ceramah, 2)metode demonstrasi, 3)metode diskusi, 4)metode latihan, 5)metode jigsaw, dan 6)metode pendampingan. Peserta berjumlah 40 orang, terdiri dari 30 orang di kelas pemula dan 10 orang kelas lanjutan. Materi pelatihan meliputi pengetahuan dasar tehnik merenda untuk kelas pemula, dan informasi tentang karakteristik alat dan bahan rajut, serta bagaimana membaca pola rajutan yang berbentuk gambar atau pola tulisan untuk kelas lanjutan. Materi analisis harga jual dan pulang pokok (break even point) diberikan sebagai informasi bagi pemula untuk usaha rajut yang akan dirintis. Proses pendampingan dilaksanakan sebanyak tujuh kali dalam waktu selama tujuh minggu setelah penyampaian materi. Pada akhir masa pendampingan 70 persen peserta kelas pemula berhasil menguasai ketrampilan merenda dan 80 persen peserta kelas lanjutan dalam mengerjakan proyek rajut lebih rapih dan semakin baik hasil akhirnya. Nilai breakeven point untuk produk rajut pemula yang sederhana adalah sebesar Rp151.646,- atau sebanyak 12 buah produk tas hp. Selama satu bulan kerja seorang pemula terampil mampu menghasilkan 25 buah produk tas hp dengan mencapai tingkat keuntungan sebesar Rp214.493,- atau sama dengan peningkatan 21,45 persen dari pendapatan rata-rata keluarga miskin di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus.

Item Type: Article
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) > Prodi Ekonomi Pembangunan
Depositing User: IDA BUDIAR
Date Deposited: 14 May 2019 07:59
Last Modified: 14 May 2019 07:59
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/12551

Actions (login required)

View Item View Item