Sumadi, Sumadi and hasyim, mulyadi and Sulastri, Sulastri DISTRIBUSI POPULASI DAN ESTIMASI OUTPUT BERBAGAI BANGSA SAPI POTONG DI KABUPATEN CIAMIS DAN TASIKMALAYA PROVINSI JAWA BARAT. In: Seminar Nasional Fakultas Peternakan Unpad “Pengembangan Sistem Produksi dan Pemanfaatan Sumberdaya Lokal untuk Kemandirian Pangan Asal Ternak.

[img] Text
DISTRIBUSI POPULASI SAPI DI CIAMIS_SUMADI DAN HASYIM.pdf

Download (57kB)

Abstract

Abstrak Penelitian dilakukan dengan tujuan mempelajari distribusi populasi berbagai bangsa sapi potong dan menduga besarnya output atau banyaknya sapi yang dapat dikeluarkan dari satu wilayah tanpa mengganggu populasi. Metode sensus digunakan dalam penelitian ini dengan lokasi penelitian di Kecamatan Parigi, Kabupaten Ciamis, dan Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Waktu penelitian mulai 1 Januari sampai dengan 31 Maret 2009. Sensus dilakukan terhadap 2.774 orang responden yang seluruhnya merupakan peternak sapi. Peubah yang diamati meliputi jumlah sapi, bangsa sapi, umur sapi, jenis kelamin sapi, manajemen pemeliharaan, jumlah kelahiran, dan jumlah kematian Pola pemuliabiakan sapi potong digunakan untuk mengestimasi kebutuhan ternak pengganti dan komposisi ternak. Natural Increase (NI) dihitung berdasarkan selisih jumlah kelahiran dan kematian sapi per tahun. Output sapi diperoleh dengan cara mengurangi besarnya nilai NI dengan kebutuhan ternak pengganti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di lokasi pengamatan terdapat empat bangsa sapi dengan distribusi populasi sebagai berikut: 1.064 ekor sapi Pernakan Ongole (PO ) yang terdiri dari 59,92 % sapi dewasa, 25,15 % sapi muda, 14,92 % pedet, 1.744 ekor sapi Simpo yang terdiri dari 58,46 % sapi dewasa, 23,58 % sapi muda, 17,94 % pedet, 1.507 ekor sapi Limpo yang terdiri dari 53,58 % sapi dewasa, 23,34 % sapi muda, 23,03 % pedet, dan 603 ekor sapi Madras yang terdiri dari 56,85 % sapi dewasa, 26,56 % sapi muda, 16,58 % pedet Pada kelompok sapi PO, Simpo, Limpo, dan Madras, setiap responden rata-rata memiliki 1,92 ekor (1,15 UT), 2,89 ekor (1,22 UT), 3,35 ekor (1,29 UT), dan 1,98 ekor (1,33 UT). Nilai NI kelompok sapi PO, Simpo, Limpo, dan Madras masing-masing 21,98 %, 24,47 %, 35,22 %, dan 21,76 %. Sisa kebutuhan sapi pengganti untuk kelompok jantan 13,03 % dan betina 9,53 %. Sapi tua dan afkir sebanyak 5,21 %. Estimasi populasi berdasarkan data dari dinas terkait pada 2009 dan 2013 masing-masing 325.302 dan 408.697 ekor sapi dan berdasarkan data hasil sensus 267.236 dan 335.909 ekor. Estimasi output sapi pada 2009 dan 2013 masing-masing 16.948 dan 21.304 ekor. Data populasi sapi berdasarkan informasi dari dinas terkait lebih tinggi 17,85 % daripada data hasil sensus. Disimpulkan bahwa Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat masih layak dinyatakan sebagai sumber bibit dan bakalan sapi potong. Kata kunci: Distribusi populasi, Output , PO, Simpo, Limpo, dan Madras

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Pertanian (FP) > Prodi Peternakan
Depositing User: SULASTRI
Date Deposited: 09 May 2019 03:07
Last Modified: 09 May 2019 03:07
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/11798

Actions (login required)

View Item View Item