Hermida, Lilis and Agustian, Joni and Rugayah, Rugayah (2018) MODEL LAJU DESORBSI PUPUK LEPAS LAMBAT (SLOW RELEASE FERTILIZER) YANG DISINTESIS MELALUI INTERKALASI UREA KE DALAM BENTONIT ALAM DAN SILIKA. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text
COVER-PENGESAHAN-RINGKASAN.pdf

Download (744kB)

Abstract

Laju desorbsi urea di dalam tanah pada pupuk urea konvensional lebih cepat dibandingkan daya serap tanaman terhadap urea. Untuk menurunkan laju desorbsi urea dan mengurangi permasalahan lingkungan tersebut, maka penggunaan pupuk lepas lambat urea (slow release urea fertilizer atau SRUF) sangatlah diperlukan. Penelitian yang telah dilakukan pada tahun 1 berfokus pada pengkajian model laju desorbsi urea pada SRUF yang disintesis melalui interkalasi urea kedalam bentonit alam dengan variasi pemakaian binder (pati jagung dan HPMC/hydroxyl propyl methyl cellulose). Dari hasil penelitian pada tahun 1 diketahui bahwa pemakaian bentonit alam sebagai penyanggah dan pati jagung sebagai binder menghasilkan SRUF-bentonit yang mempunyai laju desorbsi paling lambat. SRUF-bentonit tersebut telah berhasil diuji cobakan pada tanaman sayur pakcoy. Tanaman sayur yang menggunakan SRUF-bentonit lebih subur dibandingkan tanaman sayur menggunakan pupuk urea konvensional. Komponen terbesar bentonit alam adalah silika. Silika merupakan komponen terbesar yang terkandung dalam bagasse bottom ash. Bagasse bottom ash (BBA) adalah abu bagian bawah boiler di pabrik gula yang merupakan limbah dengan jumlah yang kian bertambah dan belum banyak dimanfaatkan. Oleh karena itu pada penelitian tahun 2 ini silika yang berasal dari BBA digunakan untuk pembuatan pupuk lepas lambat urea (SRUF-BBA). Prosedur pembuatan pupuk lepas lambat urea menggunakan silika dari BBA adalah sebagai berikut: BBA dari pabrik gula dibersihkan dengan menggunakan larutan H2SO4, setelah itu dicuci dengan air, dikeringkan di dalam oven dan dikalsinasi pada suhu 550 0C silika dengan kemurnian 94%. Kemudian silika dari BBA dicampur dengan pati jagung dengan komposisi yang bervariasi, setelah itu campuran tersebut ditambahkan urea yang telah dilelehkan. Campuran yang masih panas tersebut kemudian dimasukan kedalam cetakan semi otomatis untuk memperoleh SRUF-BBA dalam bentuk tablet. Kemudian, pelepasan urea didalam air dari SRUF- BBA yang diperoleh diamati untuk menentukan model laju desorbsi. Dari hasil pengamatan ditemukan bahwa semua variasi pupuk SRUF-BBA melepaskan urea lebIh lambat dibandingkan pupuk urea konvensional. Pupuk SRUF-BBA dengan komposisi urea:silika-BBA: pati jagung = 90:9.2:0.8 adala pupuk yang paling lambat melepaskan urea didalam air dengan persamaan laju desorpsi Y = 0.00665504t0.4757 yang menunjukan bahwa mekanisme pelepasan urea didalam air melalui difusi dan erosi. Karakterisasi SRUF-BBA dilakukan melalui analisa SEM-EDX dan FTIR. Kemudian hasil uji aplikasi SRUF-BBA pada tanaman sayur kalian didalam polibag di rumah kaca menunjukan bahwa tanaman yang diberi pupuk SRUF-BBA mempunyai panjang daun, bobot dan tinggi tanaman lebih unggul dibandingkan dengan tanaman yang diberi pupuk urea. Evaluasi SRUF-BBA di lahan perkebunan juga dilakukan. Tanaman kalian yang diberi pupuk SRUF-BBA akan meningkatkan rata-rata jumlah daun dan rata-rata panjang daun.

Item Type: Experiment
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
T Technology > TP Chemical technology
Divisions: Fakultas Teknik (FT) > Prodi Teknik Kimia
Depositing User: Dr. LILIS HERMIDA
Date Deposited: 19 Nov 2018 03:18
Last Modified: 19 Nov 2018 03:18
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/10260

Actions (login required)

View Item View Item