Meynda, Karine and Angraini, Dian Isti (2017) Suplementasi Biotin untuk Perawatan Pasien dengan Alopesia. MEDULA, medicalprofession journal of lampung university, 7 (5). pp. 160-164. ISSN 2339-1227

[img] Text
2017_des_Medula_karin_DIA.pdf

Download (260kB)
Official URL: http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/medul...

Abstract

Rambut adalah salah satu bagian tubuh yang memiliki estetika tersendiri. Rambut memiliki fungsi untuk melindungi kulit dari gangguan luar dan memiliki peran yang penting dalam menunjang penampilan seseorang. Rambut dapat mengalami kehilangan atau kerontokan yang bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan kepercayaan diri, kecewa, dan terkadang frustasi. Prevalensi rambut rontok Di United States terjadi pada 50 juta orang dan 20 juta di antaranya adalah wanita. Penyebabnya digolongkan menjadi dua yaitu endogen dan eksogen. Penyebab secara endogen yaitu akibat penyakit sistemik, hormonal, status gizi, intoksikasi, maupun kelainan genetik; dan eksogen yaitu berupa stimulus dari lingkungan, maupun kosmetik rambut. Oleh karena itu, untuk mengatasi kerontokan rambut salah satunya adalah dengan penggunaan biotin. Biotin (Vitamin B7 atau vitamin H) adalah kofaktor yang dibutuhkan untuk enzim karboksilase menjadi aktif dan bergabung bersama holocarboxylase synthase. Kompleks enzim ini memainkan peran penting dalam beberapa proses metabolisme termasuk glukoneogenesis, sintesis asam lemak, dan amino katabolisme asam. Fungsi biotin dalam sintesis protein adalah produksi keratin yang memiliki kontribusinya terhadap pertumbuhan kuku dan rambut yang sehat. Biotin dapat ditemukan pada makanan dan juga diproduksi oleh flora usus normal. Defisiensi biotin bisa karena didapat atau bawaan. Perlu diperhatikan bahwa rambut rontok pada wanita mungkin berasal dari multifaktorial, termasuk alopesia androgenetic, kekurangan gizi. Penelitian menunjukkan suplementasi biotin dengan dosis 5 mg selama 3 bulan dapat menurunkan angka kejadian alopesia dengan dermatitis seroboik. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menurunkan angka kejadian alopesia di dunia.

Item Type: Article
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran (FK) > Prodi Pendidikan Dokter
Depositing User: DIAN ISTI Rini Angraini
Date Deposited: 16 Nov 2018 17:24
Last Modified: 12 Feb 2019 02:26
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/10098

Actions (login required)

View Item View Item