Analisis Imunoekspresi Snail pada Karsinoma Sel Basal Agresif dan Non Agresif

Rizki Hanriko, Abdul Hadi Hassan, Hermin Aminah

Abstract


Insidensi kanker kulit masih tinggi terutama karsinoma sel basal (KSB, 80% kasus) yang agresif dan dapat kambuh berulang, sehingga diperlukan upaya untuk mengetahui penanda molekular dan terapi KSB agresif. Pada KSB, aktivasi jalur hedgehog menyebabkan aktifnya Smo-Gli1 yang selanjutnya menginduksi Snail sehingga terjadi proses EMT (epithelial-mesenchymal transition) berupa migrasi dan invasi sel tumor. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan imunoekspresi Snail pada sel KSB dan melihat hubungannya dengan agresifitas. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik komparatif untuk mencari hubungan antara variabel, dengan desain potong lintang terhadap 35 kasus KSB di Departemen Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Kelompok KSB agresif memberikan hasil imunoekspresi Snail sebanyak 9 sampel (45%) positif di inti, 11 sampel (55%) negatif di inti, 16 sampel (80%) positif kuat di sitoplasma, dan sebanyak 4 sampel (20%) positif lemah di sitoplasma. Sedangkan pada kelompok KSB non agresif didapatkan hasil imunoekspresi Snail sebanyak 10 sampel (66,7%) positif di inti, 5 sampel (33,3%) negatif di inti, 14 sampel (93,3%) positif kuat di sitoplasma, dan hanya satu sampel (6,7%) positif lemah di sitoplasma. Berdasarkan uji statistik tidak didapatkan perbedaan proporsi imunoekspresi Snail yang bermakna pada kedua kelompok. Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan kesimpulan bahwa imunoekspresi Snail tidak berhubungan dengan KSB agresif. [JK Unila. 2016; 1(1):80-86]

Insidensi kanker kulit masih tinggi terutama karsinoma sel basal (KSB, 80% kasus) yang agresif dan dapat kambuh berulang, sehingga diperlukan upaya untuk mengetahui penanda molekular dan terapi KSB agresif. Pada KSB, aktivasi jalur hedgehog menyebabkan aktifnya Smo-Gli1 yang selanjutnya menginduksi Snail sehingga terjadi proses EMT (epithelial-mesenchymal transition) berupa migrasi dan invasi sel tumor. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan imunoekspresi Snail pada sel KSB dan melihat hubungannya dengan agresifitas. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik komparatif untuk mencari hubungan antara variabel, dengan desain potong lintang terhadap 35 kasus KSB di Departemen Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Kelompok KSB agresif memberikan hasil imunoekspresi Snail sebanyak 9 sampel (45%) positif di inti, 11 sampel (55%) negatif di inti, 16 sampel (80%) positif kuat di sitoplasma, dan sebanyak 4 sampel (20%) positif lemah di sitoplasma. Sedangkan pada kelompok KSB non agresif didapatkan hasil imunoekspresi Snail sebanyak 10 sampel (66,7%) positif di inti, 5 sampel (33,3%) negatif di inti, 14 sampel (93,3%) positif kuat di sitoplasma, dan hanya satu sampel (6,7%) positif lemah di sitoplasma. Berdasarkan uji statistik tidak didapatkan perbedaan proporsi imunoekspresi Snail yang bermakna pada kedua kelompok. Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan kesimpulan bahwa imunoekspresi Snail tidak berhubungan dengan KSB agresif. [JK Unila. 2016; 1(1):80-86]


Keywords


agresif, KSB, snail

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.