Hertanto, Hertanto (2018) MEWARASKAN DAN MEMULIHKAN DEMOKRASI KITA. In: Menjaga Kewarasan Demokrasi Indonesia. CV. Anugrah Utama Raharja (AURA), Bandar Lampung, ix-xxvii. ISBN 978-602-5940-91-0

[img] Text
Mewaraskan & Memulihkan Demokrasi Kita.pdf

Download (2MB)
Official URL: http://www.aura-publishing.com

Abstract

ABSTRAK Betapapun populernya, demokrasi adalah model pemerintahan yang menyimpan banyak permasalahan praktis. Indonesia sekarang menjadi negara demokrasi terbesar ketiga di dunia setelah India dan Amerika Serikat. Indonesia juga adalah negara demokrasi dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Dari sisi ekonomi pun, sekarang menjadi negara dengan ekonomi 15 besar di dunia. Namun, Indonesia saat ini adalah negara demokrasi yang cacat. Ini ditandai dengan masih adanya money politics, masih banyak korupsi, dan juga tingkat kesenjangan yang semakin melebar antara sedikit orang kaya dengan sebagian besar orang yang miskin. Menurut Divisi Economist Intelligece Unit (EIU 2019), Indonesia termasuk dalam kategori sistem demokrasi cacat (flawed democracy). The Economist merilis daftar indeks demokrasi negara-negara di dunia dan Indonesia berada di peringkat 68 dari 167 negara yang diteliti. Penurunan kualitas demokrasi di Indonesia itu merupakan yang terburuk. Karena itu, praktik demokrasi di Indonesia masih dibayangi oleh beberapa permasalahan untuk menuju demokrasi penuh (full democracy) yang terkonsolidasi. Konsolidasi untuk menuju demokrasi penuh memerlukan usaha keras dari semua pemangku kepentingan politik demokratis. Linz dan Stepan (1996) menyebutkan bahwa kadar demokratis suatu negara harus dilihat pada lima arena konsolidasi demokrasi, yaitu berfungsinya masyarakat sipil (civil society), masyarakat politik (political society), masyarakat ekonomi (economic society), aparatur negara (state apparatus), dan supremasi hukum (rule of law). Dalam negara demokrasi, semua kepentingan dari keempat masyarakat tersebut harus berada dan taat pada supremasi hukum yang berlaku. Mereka dalam setiap sikap dan tindakannya mesti mengacu pada nilai-nilai esensial demokrasi, yaitu kemerdekaan, kebebasan, kesetaraan, kesamaan, tanpa diskrimasi, toleran, dan berkeadilan. Hal ini sejalan dengan pengamalan nilai-nilai ketuhanan (moral dan martabat); kemanusiaan yang adil dan beradab; persatuan Indonesia (nation state), musyawarah, mufakat, saling menghargai; serta keadilan sosial dengan segala aspek-aspek yang lainnya. Kata Kunci: Demokrasi Cacat, Konsolidasi, Supremasi Hukum, Esensial Demokrasi.

Item Type: Book Section
Additional Information: Handphone 081281430268
Subjects: J Political Science > JF Political institutions (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) > Prodi Magister Ilmu Pemerintahan
Depositing User: HERTANTO
Date Deposited: 03 Mar 2020 09:11
Last Modified: 03 Mar 2020 09:11
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/18258

Actions (login required)

View Item View Item