Meutia, Intan Fitri (2019) PEMETAAN STRATEGIS POTENSI PROVINSI LAMPUNG DALAM RANGKA MENGHADAPI IMTGT 2020. FISIP, Universitas Lampung, Universitas Lampung. (Submitted)

[img] Text (Penilaian rekan sejawat)
PementaanStrategis.docx

Download (1MB)
[img] Text (Laporan penelitian)
AKHIR-PSA.pdf

Download (1MB)
Official URL: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/17854/

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode mix-methods, yakni menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mengatasi kelemahan yang terdapat dalam pendekatan metode kualitatif maupun kuantitatif. Dalam memetakan potensi strategis Provinsi Lampung tidak hanya dengan mengumpulkan data dan melakukan wawancara namun perlu adanya survey atas pengelompokan potensi yang akan dipetakan. Penelitian ini akan dilakukan dengan urgensi pemetaan strategis potensi Provinsi Lampung dan rekomendasi kebijakan kepada Bappeda dan Instansi terkait untuk lebih aktif dalam kerjasama internasional khususnya paradiplomasi. Indikator capaian penelitian ini adalah sebagai berikut: Potensi dan Kelemahan Provinsi Lampung dan Pemetaan pemahaman terkait pentingnya kerjasama internasional (paradiplomasi); serta Strategi Lampung menghadapi IMTGT 2020. 12 Januari 2007 diantaranya dengan disepakatinya IMT-GT Connectivity Corridor terdiri dari (lima) koridor ekonomi yang dipandang paling potensial dan telah memiliki traffic yang relatif tinggi dan perlu ditingkatkan yaitu: (i) koridor ekonomi Songkhla-Penang-Medan Economic Corridor, (ii) Koridor ekonomi Selat Malaka, (iii) Koridor ekonomi Banda Aceh-Medan-Dumai-Palembang, (iv) koridor ekonomi Melaka-Dumai dan (v) koridor ekonomi Ranong-Phuket-Aceh. Beberapa wilayah Indonesia yang menjadi bagian dari kerja sama IMT-GT adalah provinsi Aceh, Bangka-Belitung, Bengkulu, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. IMT-GT menjadi peluang bagi Provinsi Lampung untuk membangun daerahnya melalui paradiplomacy baik bilateral maupun multilateral sekaligus agar memiliki daya saing dan tidak tertinggal di era free trade dan Asean Community. Sebagaimana focus IMT-GT yang menekankan pada sektor swasta, maka keunggulan komplementer dan keunggulan komparatif perlu dipetakan. Salah satu isu lainnya yang saat ini sedang menjadi masalah menarik yaitu Ekonomi Digital yang dimaknai sebagai aktivitas ekonomi dan bisnis yang berbasis pada teknologi digital. Dengan kata lain, ekonomi digital merupakan pelaksanaan kegiatan ekonomi dan bisnis melalui pasar yang berbasis internet. Adapun kegiatan tersebut meliputi berbagai area yang luas, termasuk didalamnya adalah: industri, layanan kesehatan, pendidikan, jasa finansial atau perbankan maupun sektor lainnya. Potensi ekonomi digital di wilayah Asia Tenggara sangat besar dan pada tahun 2018 diperkirakan mencapai 1.048 Triliun rupiah (warta ekonomi, 20 November 2018). Pusat Studi ASEAN (PSA) FISIP Universitas Lampung sebagai salah satu think tank utama dalam perkembangan keilmuan khususnya di Provinsi Lampung sudah selayaknya membangun komptensi keilmuan untuk menghadapi Peluang dan Tantangan dari IMTGT ini. Oleh karena itu PSA melakukan inisiasi penelitian yang berfokus pada pemetaan potensi strategis Provinsi Lampung dalam menghadapi IMTGT, yaitu potensi Sumber Daya Komoditas Perdagangan Lokal yang mampu bersaing pada era borderless atau perekonomian digital yang lebih dikenal dengan e-commerce.

Item Type: Other
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) > Prodi Administrasi Negara
Depositing User: Intan Fitri Meutia
Date Deposited: 04 Mar 2020 01:15
Last Modified: 04 Mar 2020 01:15
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/18250

Actions (login required)

View Item View Item