Imantika, Efriyan (2019) RERATA ASUPAN KALORI DAN KADAR HEMOGLOBIN MATERNAL UNTUK MENCEGAH BERAT LAHIR RENDAH PADA IBU HAMIL YANG MENDERITA MALARIA. [Image] (Submitted)

[img] Text
Laporan Penelitian DIPA FK_2019.docx

Download (1MB)
[img] Image
image6.png

Download (242kB)
[img] Image
image5.png

Download (160kB)
[img] Image
image2.png

Download (60kB)
[img] Image
image4.png

Download (939kB)
[img] Image
image1.png

Download (39kB)
[img] Image
image3.png

Download (2kB)
[img] Text
Laporan Penelitian DIPA FK_2019.docx

Download (1MB)

Abstract

Pendahuluan Infeksi Malaria merupakan penyakit menular yang upaya pengendaliannya menjadi komitmen global dalam MDGs. Penyakit Malaria sangat dominan di daerah tropis/subtropis dan penyebab kematian terbanyak golongan infeksi setelah Demam Berdarah. Annual Parasite Incidence (API) atau Angka Parasit Malaria per 1.000 penduduk merupakan angka kesakitan yaitu jumlah penderia positif Malaria di suatu wilayah dibandingkan dengan jumlah penduduk berisiko terkena malaria pada wilayah tersebut. Di Indonesia, kasus Malaria pada ibu hamil terjadi 66 kasus dari perkiraan jumlah ibu hamil sebanyak 4.066 tahun 2014 (Kemenkes, 2012). Di dunia, kematian terjadi pada 10.000 wanita hamil dan 200.000 bayi setiap tahunnya akibat malaria dalam kehamilan (Hidayat dkk., 2011). Di Kabupaten Pesawaran propinsi Lampung, angka kesakitan (Annual Parasite Incidence) sebesar 4,44 per 1000 penduduk berisiko. Malaria pada ibu hamil meningkatkan risiko kematian pada wanita hamil dan janin yang dikandungnya. Efek Malaria terhadap janin berupa anemia, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), pertumbuhan janin terhambat, kelahiran prematur dan kematian perinatal (Christensen et al., 2011). Tujuan Menganalisis rerata ukuran LILA dan kadar hemoglobin yang dibutuhkan untuk mencegah terjadinya Bayi Berat Lahir Rendah pada ibu hamil dengan anemia akibat malaria di daerah endemis malaria kabupaten Pesawaran. Metode Rancangan penelitian cohort retrospektif study yang mempelajari rerata LILA dan kadar hemoglobin yang diperlukan untuk mencegah Bayi Berat Lahir Rendah pada ibu hamil yang terdiagnosis dengan anemia akibat infeksi Malaria Hasil Rerata LILA yang melahirkan bayi BBLR yaitu 23.8 ± 0.59 vs 26.5 ± 3.2 (p=0.013). Rerata kadar hemoglobin setelah perlakuan yang melahirkan BBLR yaitu 9.2 ± 0.65 mg/dL vs 1.2 ± 0.4 mg/dL (p=0.002) Kesimpulan Rerata LILA pada kelompok yang melahirkan BBLR lebih kecil dibandingkan kelompok normal. Kadar hemoglobin yang diharapkan dapat dicapai selama pemberian tablet zat besi pada ibu hamil dengan anemia akibat Malaria sebesar 10.5 ±1.15 untuk mencegah terjadinya BBLR Keyword: rerata LILA, kadar hemoglobin, BBLR, anemia, malaria

Item Type: Image
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Fakultas Kedokteran (FK) > Prodi Pendidikan Dokter
Depositing User: EFRIYAN IM
Date Deposited: 18 Nov 2019 01:22
Last Modified: 18 Nov 2019 01:22
URI: http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/16596

Actions (login required)

View Item View Item